SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Panitia Besar (PB) Porprov, serta perwakilan tuan rumah Kabupaten Paser menyepakati percepatan finalisasi cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang membahas rasionalisasi anggaran, jumlah cabang olahraga, serta kesiapan penyelenggaraan Porprov yang digelar secara virtual, Jumat (31/7/2026).
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy, mengatakan salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah PB Porprov Kaltim segera mengirimkan surat kepada seluruh Technical Delegate (TD) untuk meminta rincian usulan anggaran dari masing-masing cabang olahraga.
Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi bersama oleh PB Porprov, Dispora Kaltim, dan KONI Kaltim guna memastikan kebutuhan anggaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan di lapangan.
“Kita ingin semua usulan diverifikasi bersama. Mana yang memang menjadi kebutuhan utama dan mana yang masih bisa dirasionalisasi. Setelah itu baru kita mengambil keputusan,” ujar Anderiy.
Ia menjelaskan, surat permintaan usulan anggaran akan segera dikirimkan kepada seluruh Technical Delegate dengan target pengumpulan data pada awal pekan depan.
“Harapannya usulan anggaran dari para TD sudah kami terima pada Selasa dan Rabu, kemudian akan dilakukan verifikasi bersama Dispora dan PB Porprov,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan rapat juga membahas penyesuaian nomor pertandingan agar lebih efisien dan selaras dengan nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menurutnya, pengurangan nomor pertandingan yang dinilai kurang prioritas dapat berdampak pada efisiensi anggaran, termasuk pengurangan kebutuhan perangkat pertandingan, medali, perlengkapan, hingga biaya operasional lainnya.
“Efisiensi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung kebutuhan penyelenggaraan Porprov di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah,” ujar Rasman.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh pihak tetap berupaya mempertahankan sebanyak mungkin cabang olahraga agar dapat dipertandingkan pada Porprov mendatang.
Perwakilan tuan rumah Kabupaten Paser juga berharap hasil verifikasi dan rasionalisasi anggaran nantinya masih memungkinkan adanya penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Kami berharap proses verifikasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan. Jika setelah rasionalisasi masih tersedia ruang anggaran, tentu kami berharap ada penambahan cabang olahraga yang bisa dipertandingkan,” kata Rasman menyampaikan hasil pembahasan rapat.
Dalam kesempatan itu, Dispora Kaltim kembali menegaskan anggaran sebesar Rp20 miliar yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur difokuskan untuk kebutuhan perangkat pertandingan, seperti honor wasit dan juri, Technical Delegate, konsumsi, akomodasi, serta transportasi.
Adapun kebutuhan operasional lainnya diharapkan dapat dioptimalkan melalui efisiensi anggaran, pemanfaatan fasilitas yang tersedia, serta dukungan dari cabang olahraga maupun pemerintah daerah tuan rumah.
Seluruh pihak sepakat bahwa transparansi, komunikasi, dan verifikasi anggaran menjadi kunci dalam proses finalisasi cabang olahraga dan nomor pertandingan Porprov Kaltim 2026, sehingga penyelenggaraan dapat berjalan sesuai kemampuan anggaran tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan.*
