BONTANG – Pemkot Bontang menggelar rapat koordinasi pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga, Jumat (12/9/2025), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni hadir memimpin langsung rapat koordinasi tersebut, bersama perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) danTim Badan Migas Energi (BME).
“Kedatangan rombongan Kementerian ESDM tentu sangat kami apresiasi dan kami sampaikan terima kasih atas dukungan dalam pembangunan jargas di Kota Bontang,” ujarnya.
“Jargas ini sangat membantu kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, ditambah berdampak dengan energi bersih dan ramah lingkungan,” ujarnya.
la menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi pembangunan Bontang 2025-2029, serta diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Ia menyebutkan, saat ini, terdapat 18.436 sambungan rumah (SR) yang terpasang. Tahun ini, Bontang kembali mendapatkan alokasi jargas sebanyak 10.553 SR, sehingga total hampir mencapai 29.000 SR.
“Dilihat dari patokan sambungan PDAM, total sambungan sekitar 35.000 SR. Artinya, mash terdapat sekitar 10.000 SR yang perlu diperjuangkan di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Neni menegaskan, program ini sepenuhnya gratis bagi masyarakat. Ia pun mengingatkan, jika ada pihak yang meminta biaya, segera laporkan ke pihak berwenang.
Salah satu perwakilan Kementerian ESDM, Yunando menjelaskan, Bontang masuk dalam paket empat pembangunan jargas bersama Kabupaten Demak dan Tanah Tidung, dengan total 26.137 SR.
“Dari jumlah tersebut, Bontang mendapatkan jatah 10.553 SR yang tersebar di 14 kelurahan,” ujarnya.
Seluruh regulasi dan stasiun pengendali (RS) akan ditempatkan di lahan milik Pemerintah Kota Bontang.
Nantinya, proses pembangunan akan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2025, dilanjutkan Januari hingga Mei 2026.(Adv/Do)
