KETAPANG – Puluhan Raider dan Crosser dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Ketapang mengikuti Kejuaraan Beach and Sand Rice Kades Cup 2026 di Pantai Camar Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Sabtu dan Minggu (9-10/5/2026).
Kepala Desa Sungai Pelang Suandi mengatakan bahwa Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh pemerintah desa yang bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ketapang untuk memberikan tempat menyalurkan hobi warga Ketapang terutama anak muda.
“Ini untuk menekan aksi balap liar di jalan raya, maka kami bersama IMI Ketapang memberikan wadah remaja bertanding secara resmi di lintasan Pantai Camar,” katanya saat diwawancarai Jurnalborneo, Minggu (10/5/2026).

Suandi menyampaikan bahwa Kades Cup ini juga untuk mengenalkan destinasi wisata pantai Camar kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM warga sekitar.
“Selain ajang balapan resmi, juga untuk meningkatkan pendapatan pelaku UMKM warga Desa Pelang,” ujarnya.
Ia menjelaskan apabila Kejuaraan Beach and Sand Rice sukses dilakukan, tidak menutup kemungkinan akan diselenggarakan setiap tahun.
“Apabila ini sukses dan banyak mencetak atlet maka akan menjadi agenda tahunan. Tentu kami akan melakukan evaluasi setelah ini,” jelasnya.
Kades juga berharap dengan adanya Kades Cup ini dapat menekan aksi balap liar yang selama ini dilakukan di Jalan Raya dapat berkurang dan pantai Camar akan dibuka untuk latihan bersama.
“Mudah-mudahan ini dapat menekan aksi balap liar di Jalan Raya. Pantai Camar ini kedepannya dapat dijadikan tempat latihan bagi para rider,” harapnya.
Sebagai informasi Pantai Camar merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Pelang dan lokasi sirkuit yang digunakan merupakan hamparan pasir di tepi pantai.

Selanjutnya, Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) IMI Ketapang Heriyansyah mengungkapkan bahwa Kejuaraan Beach and Sand Rice di Pantai Camar merupakan kali pertama diadakan di Kalimantan Barat.
“Event balap di Pantai ini menjadi yang pertama diadakan di Kalimantan Barat. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan kembali,” ungkapnya.
Menurutnya, karena pertama kali diselenggarakan tentu ada beberapa kekurangan yang perlu adanya evaluasi, namun bersyukur event ini sukses dilaksanakan dengan melahirkan atlet muda berbakat.
“Kita akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak agar, atlet krosser dan raider asal Ketapang dapat bersaing di kancah nasional hingga internasional,” pungkasnya.
