SAMARINDA – Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah. Potensi itu diperkuat melalui gelaran Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026 yang resmi dibuka, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang digagas Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim ini mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan mengatakan, penguatan ekonomi syariah di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, Kala Fest yang rutin digelar sejak 2024 menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai program pengembangan ekonomi syariah sekaligus bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah, baik dari sisi pelaku usaha, lembaga keuangan hingga masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menilai ekonomi syariah kini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menyebut, posisi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar untuk mengembangkan industri halal dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia.
“Potensi pengembangan industri halal, jasa keuangan syariah hingga penguatan UMKM halal di Kalimantan Timur sangat besar,” katanya.
Pada pelaksanaan tahun ini, sekitar 150 UMKM halal terkurasi turut dilibatkan dalam showcasing produk yang difasilitasi KDEKS Kaltim, KPwBI Kaltim dan Bankaltimtara Unit Usaha Syariah.
Sejumlah program juga diperkuat mulai dari literasi wakaf, pengembangan ekosistem pangan halal, pendampingan sertifikasi halal self declare UMKM hingga business matching pembiayaan syariah.
Bank Indonesia juga terus memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan melalui program BIMA ETAM atau Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM yang telah berjalan sejak 2025.
Pembukaan Kala Fest 2026 dihadiri jajaran Forkopimda Kaltim, kepala daerah kabupaten/kota, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha hingga pegiat ekonomi syariah.
Kala Fest 2026 berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026 di Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti Sharia Forum, Sharia Expo and Bazaar, kompetisi syariah, gerakan pangan murah hingga tabligh akbar bersama Ustadz Maulana.
Penutupan kegiatan pada 10 Mei 2026 mendatang juga akan dimeriahkan penampilan Haddad Alwi.
Foto: Pembukaan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 di Islamic Center Samarinda bersama jajaran pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan ekonomi syariah di Kalimantan Timur. (BI Kaltim)
Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan (BI Kaltim)
Foto : Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji (BI Kaltim)
