Samarinda

Kadisdikbud Samarinda Persilahkan Lapor Jika Ada Praktik Suap Penerimaan Siswa

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak jika memang ada kecurangan dalam penerimaan siswa baru.

“Kami menunggu keterangan jelas dan bukti mengenai siapa siswanya dan di sekolah SMP mana agar dapat memeriksa dan menelusuri lebih lanjut dengan berbagai cara investigasi tertentu,” ujarnya kepada Jurnalborneo.com pada Rabu (10/7/2024).

Jika terbukti ada kecurangan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Orang tua yang merasa adanya kecurangan dapat melaporkannya agar dapat menelusuri secara internal terlebih dahulu dan mencari solusinya.

“Teguran akan diberikan terlebih dahulu, namun jika masih berlanjut, kami akan mengambil langkah tegas dengan mengusulkan kepada wali kota. Jika terbukti, maka pihaknya akan menindak sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan tahapan tertentu apakah ini ditindak dengan ringan atau berat,” tutupnya.

Diketahui, Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2023 mengungkapkan adanya praktik suap atau sogokan dalam penerimaan siswa baru. 

Berdasarkan survei tersebut, banyak siswa baru yang diterima di sekolah karena memberikan sogokan kepada pihak sekolah.

Dari hasil survei ini, terungkap bahwa 24 persen guru mengakui adanya siswa baru yang diterima di sekolah karena memberikan imbalan tertentu. Selain itu, 42,4 persen guru melaporkan adanya siswa yang tidak memenuhi syarat namun tetap diterima.

Hal ini menunjukkan bahwa praktik suap dalam penerimaan siswa baru masih terjadi di beberapa sekolah. Tidak menutup kemungkinan, praktik serupa juga terjadi di sekolah-sekolah di Samarinda, mengingat saat ini adalah masa penerimaan siswa baru.(jalia)