Kubar

Jantur Inar Dorong UMKM dan Perekonomian Warga Kampung Terajuk

Avatar photo
Oleh Ibnu
Ukuran Font
Kecil Besar

KUTAI BARAT – Objek wisata alam Jantur Inar yang terletak di Kampung Terajuk, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, terus menunjukkan perannya sebagai penggerak perekonomian masyarakat sekitar.

Destinasi wisata air terjun ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga melalui kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ramainya kunjungan wisatawan dimanfaatkan sejumlah warga Kampung Terajuk dengan membuka lapak usaha di sekitar kawasan wisata.

Beragam makanan dan minuman dijajakan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, mulai dari gorengan, bakso, mi instan, kopi, es kelapa muda, hingga minuman kemasan.

Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Salah satu pedagang makanan, Siti Rahma, mengaku keberadaan Jantur Inar memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarganya.

“Saya berjualan makanan berat dan jajan di sini. Kalau pengunjung ramai, dagangan cepat habis dan penghasilan bertambah. Kami berharap wisata ini terus ramai, tapi tetap dijaga kebersihannya agar pengunjung merasa nyaman,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Penampakan wisatawan yang ramai berkunjung di jantur inar (Ibnu/JurnalBorneo).

Ia menambahkan, para pedagang juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan tempat sampah di sekitar lapak serta mengingatkan pembeli agar tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, pengunjung asal Kecamatan Linggang Bigung, Andi Pratama, mengatakan Jantur Inar menjadi salah satu pilihan wisata alam favorit bagi keluarganya.

“Tempatnya masih asri dan sejuk. Kami datang untuk menikmati alam sekaligus melepas penat di masa liburan,” katanya.

Andi juga mengajak sesama pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, kesadaran pengunjung sangat penting agar keindahan Jantur Inar tetap terpelihara.

“Kalau semua pengunjung mau menjaga kebersihan, keindahan Jantur Inar bisa dinikmati dalam waktu lama,” tuturnya.

Dengan keterlibatan aktif pedagang dan meningkatnya kesadaran pengunjung, Jantur Inar diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan sekaligus menjadi penggerak UMKM dan perekonomian masyarakat Kampung Terajuk.*