KUTAI BARAT – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kutai Barat menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) di GOR Desnan, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (11/10/2025). Kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi forum tertinggi tingkat kabupaten untuk melanjutkan kepengurusan dan arah pembinaan pencak silat di daerah.
Acara dihadiri sembilan perwakilan perguruan silat yang ada di Kutai Barat. Kehadiran mereka menandakan komitmen kuat antarperguruan untuk menjaga persatuan dan memajukan pencak silat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Ketua pelaksana, Kiswanto, menyebut Muskab ini menjadi momentum penting memperkuat solidaritas antarperguruan sekaligus memperkokoh posisi IPSI sebagai wadah pemersatu.
”Banyak agenda penting ke depan yang akan menjadi perhatian bersama, terutama dalam pembinaan atlet dan peningkatan kegiatan kejuaraan daerah. Kita ingin IPSI Kutai Barat semakin aktif dan berperan besar dalam melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Ketua KONI Kutai Barat yang diwakili Wakil Ketua Rusmandiansyah turut memberikan apresiasi atas semangat para pendekar dan pengurus perguruan silat di daerah.
”Kami berharap IPSI Kutai Barat ke depan semakin solid dan mampu mencetak atlet berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional,” katanya.

Dalam proses pemilihan, Doltianus dari Perguruan Persatuan Silat Cempaka Putih (PSCP) resmi terpilih sebagai Ketua IPSI Kutai Barat. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta berkomitmen menjadikan pencak silat bukan hanya cabang olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai Barat.
Sementara itu, Ketua Presedium Dewan Adat Kutai Barat Yurang menegaskan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam setiap kegiatan pencak silat.
”Silat bukan hanya bela diri, tapi juga warisan leluhur yang harus dijaga dengan rasa hormat dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru di bawah pimpinan Doltianus, IPSI Kutai Barat diharapkan semakin solid dalam membina atlet, mempererat hubungan antarperguruan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya pencak silat di daerah.
