SLEMAN – Sebuah insiden penganiayaan terjadi di sebuah usaha laundry di Jalan Perumnas, Gorongan, Condong Catur, Sleman, Selasa (28/01/2025) siang. Seorang perempuan pengusaha laundry, HL (30), tak pernah menyangka, sebuah peristiwa kelam akan terjadi, peristiwa yang membuat luka menganga di pelipisnya.
Luka itu bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja, melainkan akibat pukulan dari tunangannya berinisial DS (35), seorang pria asal Papringan, Sleman.
HL menuturkan peristiwa tersebut berawal saat ia memulai memulai aktivitas seperti biasa, mengawasi jalannya usaha laundry miliknya. Mesin-mesin terus berputar, aroma deterjen memenuhi ruangan, dan tumpukan pakaian menunggu untuk dirapikan. Tak ada yang aneh hingga DS datang.
Kedatangan DS awalnya berjalan seperti biasa. Namun, suasana berubah ketika ponsel HL berdering. Panggilan itu berasal dari atasannya, seseorang yang rupanya cukup untuk membangkitkan kecemburuan dalam diri DS.
Beberapa kata pun meluncur dari mulut DS. “Nikah saja dengan dia!” sebuah kalimat yang dilontarkan dengan nada tajam, HL terkejut, ia tak habis pikir bagaimana sebuah panggilan kerja bisa memicu amarah sebesar itu.
Berusaha meredam suasana, tangannya refleks terangkat, menutup mulut DS agar tak lagi berkata-kata kasar. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Sebuah pukulan melayang. Bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan cincin akik yang melingkar di jari DS. Pukulan itu menghantam pelipis kiri HL dan mendapat empat jahitan luka karenanya.
Tak ingin insiden ini berlalu begitu saja, HL segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Depok Timur dan berharap berharap kasusnya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Rahmad Yulianto, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Benar, kami menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan dan sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan bukti,” ujar Kompol Rahmad, Sabtu (01/02/2025).*
