Advertorial

Festival Abutta Banua Berau Dongkrak Pariwisata dan Lestarikan Budaya Lokal

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan budaya lokal, sebagai bagian dari pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal ini terlihat dalam Festival Abutta Banua yang berlangsung di Keraton Sambaliung, beberapa waktu lalu. Festival ini secara konsisten dilaksanakan setiap tahun, sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya asli Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Abutta Banua yang kini telah menjadi agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, konsistensi pelaksanaan festival menjadi bukti keseriusan seluruh pihak dalam menjaga dan memperkenalkan budaya asli Berau kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia juga bangga, karena kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Kehadiran Pemerintah Provinsi dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya, yang terus dilakukan di Kabupaten Berau.

“Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim, sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian budaya di Berau,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan, Kabupaten Berau sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata terbanyak di Kaltim, memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata.

Karena itu, pemerintah daerah telah mendorong organisasi perangkat daerah terkait agar kegiatan budaya dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Dan menjadi agenda tetap di tingkat kabupaten maupun provinsi,” katanya.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menambahkan bahwa Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi milik masyarakat Berau, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Kaltim yang patut dikenal lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, potensi wisata dan kebudayaan Berau diharapkan semakin dikenal hingga ke tingkat nasional.

“Festival Abutta Banua memiliki makna budaya sekaligus sosial yang sangat kuat. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya masyarakat, dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan,” tutup Gamalis.

Festival Abutta Banua 2026 yang digelar selama tujuh hari penuh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 Pedagang Kaki Lima (PKL) Basuliung resmi ditutup dengan meriah.

Berbagai perlombaan yang digelar berhasil menarik partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu, aktivitas UMKM dan PKL Basuli selama sepekan penuh juga mengalami peningkatan signifikan, seiring ramainya pengunjung yang datang ke lokasi festival.

“Saya berharap Festival Budaya Abutta Banua terus dilaksanakan sebagai wadah untuk merayakan, memperkenalkan, dan melestarikan adat istiadat Banua sebagai salah satu suku asli Berau,” ungkapnya. (adv)

Topik