PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, Selasa (7/1/2024).
Hal itu untuk memonitor pelayanan kesehatan dan fasilitas yang disediakan bagi masyarakat.
Ketua DPRD PPU Raup Muin mengatakan, secara umum kinerja RSUD berjalan sesuai standar, namun terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi. Salah satu perhatian utama adalah masalah pelayanan, terutama terkait etika dan sikap petugas medis dalam melayani pasien.
“Keluhan yang sering kami dengar adalah soal respons cepat di IGD yang kadang tidak maksimal. Ini menjadi perhatian kami,” ungkapnya.

Selain pelayanan, fasilitas rumah sakit juga menjadi sorotan. Meski beberapa perbaikan telah dilakukan, Raup menyebut masih banyak kekurangan, seperti ketersediaan ruang perawatan, fasilitas CT scan, dan sarana pendukung lainnya.
“Kami juga menyoroti jumlah dokter spesialis yang sudah mencukupi, tetapi fasilitas pendukungnya belum memadai,” tambahnya.
Kurangnya fasilitas tersebut juga berdampak pada tingginya angka rujukan. Proses rujukan pasien sendiri dari RSUD ke rumah sakit di Balikpapan juga memiliki kendala, salah satunya sering kali memakan waktu lama untuk menunggu kesiapan ruang dan rumah sakit yang menjadi rujukan.
“Masalah rujukan pasien ke Balikpapan sering dikeluhkan karena antrean yang memakan waktu lama, bahkan bisa seharian menunggu
DPRD berharap pihak rumah sakit, termasuk direktur dan jajarannya, dapat menyampaikan kebutuhan mendasar yang diperlukan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat.
“Kami sudah meminta pihak rumah sakit untuk mengidentifikasi kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Ke depannya, kami siap memberikan dukungan untuk perbaikan fasilitas kesehatan di sini,” lanjutnya.
Sementara Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, pihaknya menerima masukkan yang diberikan DPRD.
“Kami berterimakasih, DPRD juga sudah melihat apa menjadi keluhan masyarakat yang tidak cuma di dengan saja,” kata Lukas.
Diungkapkan, dibalik tuntutan pelayanan kesehatan yang makin baik, tentu harus ditunjang dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai dan RSUD saat ini sedang mengupayakan hal itu.
“Tidak hanya SDM saja yang kita tingkatkan, tentunya infrastruktur dan alat kesehatan juga harus mendukung,” demikian Lukas.(*)
