BONTANG – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XVII Tingkat Kota Bontang yang dilaksanakan 2 Juli hingga 7 Juli 2024 telah usai dilaksanakan.
Di akhir rangkaian acara, pengumuman juara menjadi momen penting yang ditunggu oleh 384 khafilah, yang mengikuti perhelatan Al-Qur’an tersebut.
Dibalik meriahnya Penutupan MTQ ke-17 Kota Bontang itu, satu keluarga berhasil menyabet juara di setiap kategori yang berbeda.
Keluarga Husein, sebutan untuk keluarga pencinta Al-Qur’an itu. Dikatakan salah satu peserta Nur Jannah yang mengikuti Lomba Qira’at Murattal Dewasa, dirinya dan saudaranya yakni Hasmirah, juga mengikuti lomba yang sama.
“Saya dapat posisi Juara 3, sedangkan kakak saya, Hasmirah juara 1. Tapi dia dan anaknya, Ahmad, tidak bisa hadir karena harus ke luar kota,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (8/7/2024).
Ia juga mengatakan, anak laki-lakinya dan tujuh ponakannya mengikuti lomba dari berbagai kategori lomba. Jannah, panggilan akrabnya mengatakan, anak laki-lakinya, Muhammad Fakhri Kautsar, berhasil meraih Juara 1 di kategori Tartil Anak-anak Putra.
“Ponakan yang lain juga ada yang ikut kategori Tartil,” ungkapnya.
Disebutkan Jannah, empat ponakannya mengikuti lomba di cabang Tartil Anak-anak. Kemudian, tiga orang berhasil mendapatkan juara, yakni Ahmad Sayyid Al-Ghifari sebagai Juara 2 putra, Nadira Askana Saqy sebagai juara 1 putri, dan Adinda Rania El-Qarimah sebagai harapan 3 putri.
Lalu, tiga keponakannya yang lain berhasil menjuarai di cabang lomba kategori Qira’at Murattal Remaja. Adinda Ratu El-qarimah sebagai juara 1 putri, Ahmad Syauqi Ramadhan sebagai juara 1 putra, dan Muhammad Adnan Abdul Barr sebagai harapan 1 putra.
Menurutnya, pencapaian ini dibangun dari lingkungan keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an. Orang tuanya, Jumiah dan Husein sudah menanamkan cinta Al-Qur’an sejak kecil.
“Sudah sejak dulu, saya dan kakak-kakak saya ikut memeriahkan MTQ, bahkan mewakili Kota Bontang di tingkat nasional,” kata anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu.
Dirinya berharap, ia dan seluruh keluarganya terus konsisten untuk memeriahkan pagelaran religi ini. Selain untuk meraih prestasi, baginya lomba Qur’an ini sebagai rasa syukur atas keberkahan Al-Qur’an.
“Walaupun ada satu ponakan saya Ameera yang belum juara, tapi semoga ini sebagai pembelajaran kedepannya,” terangnya.*
