Bontang

Bayi Dua Bulan di Bontang Alami Cedera, akibat sang Ayah Sibuk Main Games

Avatar photo
Oleh Nur Sa'adah
Ukuran Font
Kecil Besar

BONTANG – Bayi berusia dua bulan mengalami cedera di bagian kepala hingga paha, akibat kelalaian sang ayah ketika sedang menjaga anaknya.

Sebelumnya seorang ayah di Tanjung Laut Indah, dilaporkan pihak keluarga istrinya ke Polres Bontang, karena diduga telah menganiaya bayinya yang berusia dua bulan, hingga menyebabkan luka memar pada bagian kepala.

Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang IPTU Hari Supranoto, mengungkapkan, kejadian tersebut bukan yang pertama kali dilakukan oleh sang ayah, sebelumnya sudah terjadi sebanyak dua kali. 

Hal ini kemudian dijelaskan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bontang, Sukmawati menjelaskan, bayi tersebut digendong sang ayah, namun tak sengaja kepala sang bayi dijatuhi handphone milik sang ayah.

Menurut keterangan sang ibu, bayi tersebut dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda oleh keluarganya dari pihak ibu, setelah dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang.

“Mereka panik melihat anak ini mengalami pembengkakan pada kepala sebelah kanannya semakin membesar karena adanya cairan,” jelasnya saat ditemui, Selasa (30/7/2024).

Namun, sebelum dilakukan operasi sebagai arahan dari rumah sakit, keadaan sang bayi berangsur membaik. Bengkak di kepalanya pun mulai mengempis. Akhirnya, sang bayi batal diberikan tindakan operasi.

Kemudian, bayi ini harus tetap berada di rumah sakit, lantaran ditemukannya tulang yang patah pada bagian paha sang anak. Maka, harus dilakukan terapi tulang terlebih dahulu.

“Kata sang ibu, keadaan patah tulang bagian anak ini disebabkan karena anak tertuanya dan kelalaian sang ayah,” terangnya.

Sang ayah ini sedang menjaga bayi kecilnya yang sedang terlelap, sembari bermain game di ponselnya. Tiba-tiba anak pertamanya datang, lalu melompati kasur yang ditiduri sang adik.

Karena sang ayah terfokus bermain, dia tak melihat sang kakak tak sengaja menginjak kaki adiknya, sehingga menyebabkan patah tulang. 

“Saat kami bertanya, apakah menyesali perbuatannya, dia menjawab disertai tangisan karena lalainya tugas sebagai sang ayah,” terangnya.

Ia pun mengungkapkan, hal ini kembali lagi keputusan hukum dan penyelidikan kepolisian. Pihaknya hanya menggali informasi sesuai tupoksinya.

Selain itu, Sukmawati mengatakan, seluruh biaya perawatan yang dijalankan bayi tersebut telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Bontang hingga sembuh, melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).