SAMARINDA – Wilayah Kota Samarinda mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada hari Minggu (7/7/2024) sejak pukul 06.30 hingga 10.30 WITA. Kecamatan yang berpotensi terdampak meliputi Palaran, Sambutan, Samarinda Seberang, Loa Janan, Sungai Kunjang, dan sekitarnya, yang dapat meluas ke wilayah Samarinda Ulu, Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Sungai Pinang, Samarinda Utara, dan Samarinda Kota.
Berdasarkan sumber data yang diperoleh dari Lurah Sungai Siring, Mujakir, mengungkapkan banjir yang terjadi telah mempengaruhi tujuh RT di Kelurahan Sungai Siring, dengan total 184 KK dan 729 jiwa terdampak.
“RT yang paling parah terdampak adalah RT 01 dan RT 05, di mana arus air bercampur pasir masuk ke pemukiman warga dan sarana ibadah,” ungkap Muzakir.
Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama kurang lebih 5 jam menyebabkan banjir dengan tinggi muka air 30-60 cm.

Adapun daftar RT yang terdampak:
1. RT 01: 100 KK, 400 Jiwa
2. RT 04: 15 KK, 60 Jiwa
3. RT 05: 20 KK, 75 Jiwa
4. RT 06: 16 KK, 64 Jiwa
5. RT 07: 25 KK, 100 Jiwa
6. RT 08: 8 KK, 30 Jiwa
7. RT 13: Taman Perkebunan, Hortikultura ± 20Ha
Sarana umum yang terdampak:
1. RT 01: Posyandu Kenangan, Sekolah SDN 018, Langgar
2. RT 05: Gereja Injil (GKII), Gereja Katolik Santo Paulus
3. RT 07: Masjid Nurul Ikhlas, Posyandu Coklat Jaya
Mujakir menerangkan ada beberapa upaya yang dilakukan BPBD dalam hal ini yaitu, menerima informasi dari relawan dan kelurahan, melakukan koordinasi dengan lintas sektor, kemudian mendatangi lokasi kejadian, mendokumentasikan kejadian, mendirikan dapur umum di Kantor Kelurahan Sungai Siring, pendistribusian logistik, dan melakukan assessment, serta melaporkan ke pimpinan.
“Tidak ada pengungsian yang dilakukan, namun pemerintah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak,” tutupnya.
