PONTIANAK – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan besar.
Tim gabungan dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat, BPBD Kabupaten Kubu Raya, dan Brimob Kalbar masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik, terutama di Desa Limbung dan sekitarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Jalan Madusari dan Gang Madani, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Tim patroli darat melaporkan bahwa kebakaran cukup luas dan sulit ditangani akibat beberapa faktor utama di lapangan.
“Asap sangat pekat dan menghambat pandangan. Kondisi ini membuat tim tidak bisa langsung masuk ke titik api karena risiko terlalu tinggi dan proses pemadaman tidak efektif,” ujar Daniel, Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, di lokasi pemadaman pada Senin (9/6/2025).
Selain asap tebal, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi kendala besar. Banyak titik api berada di daerah yang terpencil dan sulit dijangkau karena infrastruktur jalan yang tidak memadai. Beberapa jalur bahkan hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki.
“Banyak jalan menuju lokasi sempit, berlumpur, dan jauh dari sumber air. Ini menyulitkan distribusi alat pemadaman dan suplai air,” tambah Daniel.
Kondisi semakin diperparah dengan minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Parit-parit yang biasanya menjadi tempat pengambilan air mengalami kekeringan, sehingga tim harus mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh dari titik api.
Meski menghadapi situasi sulit, BPBD Kalbar dan seluruh unsur gabungan terus berupaya maksimal untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman warga dan lahan produktif lainnya. Hingga saat ini, pemadaman masih berlangsung dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah titik api baru.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di musim kemarau yang rawan karhutla. Partisipasi warga dalam memberikan laporan dini jika melihat potensi kebakaran juga sangat diharapkan.
“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mencegah kebakaran meluas. Jangan membakar lahan, sekecil apa pun,” tegas Daniel.(*)
