SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur Tuntas (BPBKT) telah menggelar rapat evaluasi untuk memastikan bahwa program beasiswa yang disalurkan memiliki dampak positif bagi peningkatan kompetensi dan kualitas penerimanya. Rapat ini digelar di Sekretariat DPRD Provinsi Kaltim, Sabtu (4/5/202).
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengungkapkan pentingnya beasiswa tidak hanya dalam meringankan biaya pendidikan, tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan keahlian kerja penerima.
“Pendidikan itu korelasinya bukan soal kecerdasan saja, tapi bagaimana peluang anak-anak kita bisa bekerja,” ujarnya.
Ia menyayangkan fakta bahwa lapangan kerja di Kaltim belum mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Hanya sekitar 20 persen dari angkatan kerja Kaltim yang terserap.
“80 persen sisanya berasal dari luar provinsi, dan terjadi setiap tahun,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti perusahaan di Kaltim hanya sebagian kecil tenaga kerja yang berasal dari Kalimantan Timur, dengan persentase 10 hingga 25 persen.
“Posisi mereka juga jabatan menengah ke bawah,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, diputuskan beberapa kesepakatan, termasuk perlunya pembenahan dalam pengelolaan pendidikan di Kaltim dengan gagasan-gagasan yang telah ada sebelumnya dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran.
