BALIKPAPAN – Embarkasi Haji Balikpapan tahun ini melayani keberangkatan 5.859 jemaah yang tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter) dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara menuju Tanah Suci.
Dari total jemaah tersebut, sebagian besar merupakan kelompok lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi sehingga pelayanan ramah lansia dan disabilitas menjadi fokus utama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur, Taty Suryani saat dikonfirmasi Rabu (13/5/2026),
Ia mengatakan seluruh kebutuhan jemaah lansia telah dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan hingga saat berada di Arab Saudi.
Data jemaah pengguna kursi roda, penyandang disabilitas hingga lansia telah disampaikan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar penanganan selama di Tanah Suci dapat dilakukan lebih optimal.
“Jemaah dengan keterbatasan fisik diprioritaskan mendapatkan kamar di lantai bawah untuk mempermudah mobilitas selama menjalankan ibadah,” jelas Taty.
Selain itu, keluarga maupun pendamping jemaah juga diimbau memastikan perlengkapan penunjang ibadah telah disiapkan sejak dari daerah asal, seperti kursi roda, tongkat bantu jalan dan perlengkapan medis pribadi.
“Maskapai penerbangan juga memberikan dukungan dengan membantu pengangkutan alat bantu milik jemaah selama perjalanan menuju Arab Saudi,” tambahnya.
Taty menyebut, pelayanan haji Indonesia tahun ini mengusung konsep ramah lansia, ramah disabilitas dan ramah perempuan agar seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang aman dan setara selama menjalankan ibadah.
Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Mohlis Hasan, mengungkapkan hampir setiap kloter memberangkatkan sekitar 20 hingga 50 jemaah lansia.
Sedangkan, jumlah jemaah disabilitas pada musim haji tahun ini relatif sedikit. Dari total 17 kloter, tercatat hanya ada satu jemaah disabilitas yang berangkat melalui Embarkasi Balikpapan.
