Samarinda

UMKM Panen Rezeki di Tengah Aksi Demo Kantor Gubernur Kaltim

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Sejumlah pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi mengaku mengalami peningkatan penjualan saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Hal ini menggambarkan dampak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Bahkan, salah satu pelaku UMKM, Age, membagikan minuman secara gratis kepada peserta aksi. Ia mengatakan, minuman tersebut dibagikan tanpa biaya karena merupakan titipan dari masyarakat.

“Iya, jadi ada masyarakat yang beli minuman kami, lalu minta dibagikan ke pendemo,” ujarnya di sela-sela aktivitasnya.

Ia menyebutkan, total minuman yang disiapkan pada hari itu mencapai sekitar 2.000 gelas. Seluruhnya diperuntukkan bagi peserta aksi yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup terik.

“Insyaallah sekitar 2.000 cup. Jadi yang di lokasi bisa langsung ambil minuman gratis,” tambahnya.

Meski minuman dibagikan cuma-cuma, Age menegaskan bahwa untuk makanan tetap dijual seperti biasa karena tidak termasuk dalam titipan tersebut.

 

Age salah satu pelaku UMKM di sekitar kantor Gubernur kaltim (jalia/jurnalborneo)

Sementara itu, penjual pentol rebus, Sunar, mengaku turut merasakan peningkatan aktivitas jual beli selama aksi berlangsung.

Ia berjualan di sekitar area dekat masjid yang tidak jauh dari titik aksi. Menurutnya, jumlah pembeli meningkat dibandingkan hari biasa.

“Lumayan, ada peningkatan. Hari ini lebih ramai karena ada demo,” katanya.

Sunar yang berasal dari Jawa Timur dan telah empat tahun menetap di Kalimantan Timur ini mengaku kerap memanfaatkan momen keramaian seperti aksi unjuk rasa untuk berjualan.

Namun, ia juga menyadari adanya risiko saat situasi tidak kondusif. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap mencari penghasilan.

“Kadang ada rasa takut juga kalau situasi ramai, tapi tetap jualan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam kondisi ramai seperti ini, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp.1000.000 per hari, lebih tinggi dibandingkan saat berjualan keliling di hari biasa dengan pendapatan kurang lebih hanya Rp.700.000

Secara keseluruhan, kehadiran ribuan massa aksi di kawasan tersebut turut menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM. Momentum ini dimanfaatkan sebagai peluang untuk menambah penghasilan di tengah aktivitas unjuk rasa.