SAMARINDA – Lemparan air hingga batu disertai aksi pembakaran sampah mewarnai penghujung unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda Ulu, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 18.05 hingga 20.00 WITA.
Situasi yang sempat memanas tersebut membuat aparat kepolisian mengambil langkah pengendalian dengan menyemprotkan water cannon untuk meredam massa sekaligus memadamkan api yang sempat menyala di sekitar area gerbang kantor gubernur.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, menyampaikan bahwa secara umum situasi di lapangan masih terkendali meski sempat terjadi dinamika.
“Kami melihat situasinya masih dalam tahapan yang wajar. Dengan langkah-langkah sesuai standar operasional, semuanya bisa terkendali, aman, dan tidak ada korban luka,” ujarnya.
Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Kamarul Azwan, menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di luar kendali pihaknya.
Ia menyebut, sebelum batas waktu aksi berakhir, pihaknya telah menginstruksikan massa untuk membubarkan diri guna menghindari potensi benturan dengan aparat.
“Sebelumnya kami sudah meminta massa aksi untuk tarik mundur sebelum pukul enam sore agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Setelah itu, yang terjadi murni di luar kendali kami,” ujarnya kepada Jurnalborneo.com, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen aliansi untuk menjaga aksi tetap berjalan damai dan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam mengendalikan massa selama aksi berlangsung.
